
Total Cadangan Exchange adalah gabungan saldo BTC dari alamat on-chain yang diatribusikan ke exchange terpusat yang dilacak. Alamat diidentifikasi melalui clustering dan pelabelan, sehingga cakupannya mencerminkan exchange yang dilacak.
Saldo yang turun berarti lebih banyak BTC ditarik dari exchange daripada yang disetor, karena pemegang memindahkan koin ke self-custody atau penyimpanan jangka panjang dan suplai yang siap dijual menyusut; hal ini sering menyertai fase akumulasi. Saldo yang naik berarti lebih banyak koin tiba di exchange, untuk dijual atau sebagai jaminan derivatif, yang menambah potensi suplai di sisi jual.
Metrik ini paling efektif dibaca dalam rentang mingguan hingga bulanan. Alamat yang baru teridentifikasi dan migrasi cold wallet exchange dapat menimbulkan perubahan bertingkat, dan koin yang berpindah dari exchange ke kustodian institusi atau alamat non-exchange lainnya juga menurunkan saldo tanpa ada pembelian yang terjadi.
Lebih banyak BTC keluar dari exchange daripada yang masuk, sehingga suplai yang tersedia untuk dijual segera menyusut. Penyebabnya bisa berupa investor yang beralih ke self-custody atau dana yang dipindahkan ke kustodian, jadi baca bersama harga dan arus dana, bukan sebagai sinyal trading tersendiri.
Saldo bergantung pada identifikasi alamat exchange. Saat sekumpulan alamat baru diatribusikan, atau sebuah exchange memigrasikan atau mengonsolidasikan cold wallet, saldo yang dilacak dapat berubah tajam dan nilai masa lalu dapat direvisi. Pergerakan semacam ini mencerminkan perubahan data atau wallet, bukan perdagangan.
Arus bersih adalah selisih harian antara deposit dan penarikan, sedangkan cadangan adalah saldo berjalan yang terbentuk dari selisih tersebut. Menjumlahkan arus bersih selama suatu periode kira-kira sama dengan perubahan cadangan dalam periode yang sama.